Photobucket

KEMANUSIAAN

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah membutuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.

KESAMAAN

Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah.

KENETRALAN

Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.

KEMANDIRIAN

Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga jarus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.

KESUKARELAAN

Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

KESATUAN

Didalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

KESEMESTAAN

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

BANTUAN KORBAN BENCANA WASIOR :

Palang Merah Indonesia |
Provinsi Papua Barat
Jln. Kota Baru No. 18 Anggrem, Manokwari, Papua Barat (98311)
Telp/Fax (0986) - 211351 Email : poskobencanawasior@gmail.com

Laporan Harian tanggal 29 Oktober 2010

Posted On 11.15 by Posko bencana wasior 0 komentar

“Petrus Suabey Terpaksa Bertelanjang Dada”

Posted On 05.01 by Anonim 0 komentar

Manokwari-Petrus Suabey (71) lelaki malang yang merupakan 1 dari ratusan korban luka yang di evakuasi ke Manokwari Jumat (29/10). Lelaki yang sehari-hari di panggil Tete (Kakek-red) ini di evakuasi karena mengalami luka akibat bencana banjir bandang teluk Wondama. Luka yang sempat dijahit oleh salah satu dokter PTT di wasior ini membengkak dan sangat mengganggu aktifitas Tete karena sakit yang teramat sangat. Menurut pantauan penulis, jahitan pada luka tersebut tidak sesuai dengan luka yang di deritanya.
Dengan langkah tertatih Tete berpindah dari sudut yang satu ke sudut tenda lainnya. Tete berusaha agar tidak merepotkan penyintas lainnya dengan usahanya sendiri berjalan dengan kaki yang bengkak. Meski susah, Tete berjalan agar kaki tersebut tetap digerakkan. Namun, jika kaki Tete lelah, Tete hanya berpindah dengan dengan menyeret kedua kakinya. Tidak hanya menyeret kedua kakinya, Tete juga terpaksa bertelanjang dada karena tidak mempunyai pakaian selama di pengungsian. Pakaian yang dikenakan selama ini hanya sepasang dan itu dikenakannya sejak ia tiba di Manokwari 12 Oktober lalu.
“Tete tidak punya pakaian, anak. Anak tau sendiri waktu kemarin di wasior kan Tete terpaksa harus di berangkatkan ke manokwari karena dokter yang kemarin jahit luka su angkat tangan. Da su tra bisa lagi obati Tete. Tete pu kaki jadi bengkak setelah de jahit Tete pu kaki. Tete tra di temani keluarga hanya kebetulan saja pesawat tuh bupati ada naik juga makanya Tete pu teman bicara selama di atas pesawat.” Jelas Tete pada penulis usai diwawancarai tim Assessment PMI di Tenda no. 1 Kodim.
Hari ini genap 17 hari Tete berada di Manokwari. Namun, Tete hanya bisa bertelanjang dada saat pakaian yang ia punyai di cuci. Akhirnya, sudah menjadi kebiasaan Tete sehari-harinya bertelanjang dada. Tete adalah satu dari ratusan penyintas yang sangat membutuhkan uluran tangan kita…

Laporan harian tanggal 28 Okrober 2010

Posted On 01.12 by Posko bencana wasior 0 komentar

Teori Diklat KSR berguna semua di Daerah Bencana

Posted On 10.26 by Unknown 0 komentar


Sepintas terlihat Relawan satu ini memiliki penampilan yang “seram”, namun kalau kita berbincang-bincang dengan orang yang akrab di panggil Papi ini sangatlah ramah. Papi dengan nama asli Washington M. Mansawan ini seorang anggota KSR di Manokwari dan ditugaskan di Wasior sejak Bencana Banjir Bandang melanda Wasior. Bidang tugas Papi sendiri adalah di PSP, namun keseharian orang yang memiliki nanda bicara unik ini melayani semua relawan yang ada di Teluk Wondama dengan memasak setiap hari guna mencukupi kebutuhan pokok relawan.


“Saya banyak belajar di tempat bencana, khusus di PSP telah saya ikuti tim PSP yang bertugas di Wasior sebanyak 4 titik dan selama itu saya belajar, sehingga setelah selesai masa tugas relawan yang khusus di tugaskan untuk bidang PSP, saya bisa menjalankan program ini sendiri” ucap Papi dengan bangganya. Papi berharap ke depan bisa menguasai PSP dengan dibekali dengan Ilmu-ilmu yang tentunya di dapatkan dengan Pelatihan-pelatihan khusus PSP.

Terkait tanggap darurat bencana, Papi berpendapat bahwa “Ternyata Teori yang saya dapatkan waktu DIklat KSR semuanya berguna di Lapangan (daerah Operasi Bencana) dan bahkan kurang, nahkan waktu saya baru jadi KSR, saya tidak terbayangkan akan bertemu dengan Relawan-relawan dari luar Papua Barat, banyak teman yang saya dapatkan diantaranya dari Jayapura, Makasar, Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Bali”.




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

PSP di Wasior Kampung

Posted On 10.04 by Unknown 1 komentar

Hasil Assessment di Wasior Kampung memicu semangat Tim PSP Relawan PMI yang ada di Posko Teluk Wondama untuk mengadakan kegiatan Psychology Support Program kepada anak-anak yang ada di wilayah ini. Beberapa kegiatan yang menarik sekali di motori beberapa orang Relawan PMI seperti Bernyanyi, Bermain sambil bernyanyi, Gerakan dalam bentuk permainan dan diselingi juga Belajar Tulis menulis yaitu dibagi menjadi Preschool dengan kegiatan menggambar, SD kelas 1-3 kegiatan menulis angka 1-30, SD kelas 4-6 di arahkan untuk membuat perkalian 1 sampai 10. Pada sore harinya dilanjutkan dengan kegiatan Lomba memasukkan Pensil ke dalam botol dan Lomba Jalan kelereng.

Banyak anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya Preschool, 15 Laki-laki dan 26 Perempuan, Kelas 1-3 terdiri dari 38 laki-laki dan Perempuan 30 anak, kelas 4-6 terdiri dari 14 Laki-laki dan  Perempuan 26 berasal dari anak-anak Wasior Kampung (WASKAM) yang di kenal dengan Wasior 2.

Kegiatan yang mengambil waktu Pagi : 09.00 – 12.00 WIT dan sore dari jam 15.30 – 17.30 WIT ini di koordinir oleh Washington M. Mansawan (Relawan PMI Papua Barat). “Ini adalah pengalaman saya yhang pertama kali untuk mengkoordinir kegiatan PSP dan sebelumnya saya tidak pernah mengikuti pelatihan terkait PSP sebelumnya” kesan orang yang akrab dipanggil Papi ini.

Tambah Papi, kegiatan seperti ini mendapatkan respon yang sangat bagus oleh Kepala Kampung dan Orang tua anak-anak ini. Dari awal mereka sangat mendambakan kegiatan yang mengajak anak-anak untuk kembali belajar dan bermain sehinga mereka tidak menghabiskan waktu dengan cara bermain di halaman rumah saja sehingga akan memicu kebosanan dan stress bagi anak –anak.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman rumah masyarakat yang ada di sekitaran Posko Teluk Wondama ini  disupport oleh 1 orang Dokter Psikology dari Universitas Indonesia, dan secara kebetulan Ibu dandim berencana bertemu dengan anak-anak yang ada dan memberikan hadiah berupa buku kepada semua anak yang ikut dalam kegiatan ini.

(Dok. Foto dari Komunikasi Posko PMI Teluk Wondama)

Informasi lebih lanjut hubungi Posko PMI Teluk Wondama. Bidang Komunikasi, Sassu Budi Satwam 081237669906 dan Koordinator Posko, Suleman 085244116306




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

Dotir dan Rado lagi

Posted On 21.35 by Unknown 0 komentar

Sesuai dengan rencana Tim Kesehatan untuk tetap mengadakan Pelayanan Kesehatan di daerah Dotir dan Rado, Distrik Wasior. Pelayanan kesehatan yang dimotori oleh dr. Sammy dan Supriadi Adam (paramedic) dari Medical Actorn Team PMI didukung juga oleh Tim Kesehatan dari Kementrian Kesehatan RI. Kamis (28/10/10) mereka berangkat menuju lokasi dengan fasilitas kendaraan Dinas Kesehatan Teluk Wondama yang tersisa akibat terjangan Banjir Bandang.
Total penderita pada hari ini mencapai jumlah 24 orang dan 6 orang diantaranya adalah balita yang diimunisasi, mengalami penurunan angka jumlah penderita dari hari kemarin yang mencapai jumlah 33 orang dan 9 balita imunisasi.
“Suatu kendala yang sangat disayangkan yaitu pada waktu memberikan imunisasi Folio, tidak ada pipet (alat tetes) jadinya kami tidak memberikan imunisasi folio” kata Supriadi Adam dengan sedikit wajah kecewa. Ragam penyakit yang ditemukan selama ini masih tetap sama yaitu Ispa, Penyakit Kulit, Musculoskeletal, Malaria, anemia, gastritis, diare, ulcus, penyakit gigi, dan sephalgia.




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

Laporan harian tanggal 27 Oktober 2010

Posted On 15.13 by Posko bencana wasior 0 komentar

Rombongan Relawan PMI Kab.Teluk Bintuni Kecelakaan

Posted On 00.43 by Posko bencana wasior 3 komentar

Manokwari. Dalam rangka memenuhi kebutuhan relawan yang akan ditugaskan di masa tanggap darurat bencana pasca bencana banjir bandang di Wasior. maka posko PMI Papua Barat mengadakan mobilisasi relawan yakni kembali mendatangkan relawan dari kab.Teluk Bintuni. Akan tetapi, semangat kemanusiaan yang dibawa oleh para keenam relawan terhenti oleh sebuah kecelakaan mobil yang ditumpangi oleh mereka. Kecelakaan itu terjadi pada hari Rabu,27 Oktober 2010 di Distrik Manmeri, Bintuni.
Kondisi terakhir yang diperoleh posko PMI Papua Barat yaitu 2 orang relawan mengalami Luka robek pada bagian kepala dan 1 orang mengalami luka robek di bagian tungkai bawah, sedangkan 3 orang relawan lainnya hanya mengalami shock. Mereka semua kemudian dievakuasi di Puskesmas SP4 Distrik Manimeri, Bintuni, untuk diberikan pengobatan. Rencanya keempat relawan yang selamat akan kembali melanjutkan perjalanan ke Manokwari esok hari guna mengemban misi kemanusiaan.

DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO


Laporan harian tanggal 26 Oktober 2010

Posted On 19.55 by Posko bencana wasior 0 komentar

Nyawa Relawan PMI Melayang Saat Bertugas

Posted On 19.30 by Unknown 0 komentar

Nasib memang sudah tidak bisa di hindari lagi saat bertugas, Seorang Relawan PMI nyawanya melayang saat tengah bertugas membantu evakuasi warga di wilayah Sleman. Posko Markas PMI Yogyakarta menyampaikan, dari lampiran data pemerintah setempat, peristiwa meletusnya Gunung Merapi pada Selasa sore kemarin (26/10) telah merenggut nyawa 16 orang. Satu diantaranya, adalah relawan PMI Kabupaten Bantul yang tengah bertugas membantu evakuasi warga di wilayah Sleman.

Disampaikan oleh oleh Humas PMI melalui situs www.pmi.or.id Atas peristiwa ini, pada Rabu pagi ini (27/10) Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengucapkan, ”Kami dari seluruh jajaran PMI mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya relawan PMI saat tugas peenyelamatan warga di lereng Merapi. Tutur Prijono menjadi salah satu pahlawan kemanusiaan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”

Info Detail klik : www.pmi.or.id




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

Sinergikan Yankes dengan PSP

Posted On 19.14 by Unknown 0 komentar

Sekalipun tidak ada pasien berobat yang sempat di dokumentasikan, beberapa relawan PMI ini tidak kehabisan akal untuk melayani korban Bencana Banjir Bandang Wasior. Pada Hari Rabu (27/10/10) dari pagi pukul 09.00 Wita Tim Gabungan Pelayanan Kesehatan yang terdiri dari Medical Action Team PMI, Dinas Kesehatan dan Tim Medis Mimika melakukan pelayanan kesehatan di Desa Maymari, Wasior. Siang Hari ketika Tim Komunikasi dan Tim Logistik mengantarkan makan siang untuk para Dokter dan paramedic yang bertugas, pasien sudah mulai berkurang dan hampir tidak ada lagi.

Seorang relawan berinisiatif untuk mengajak salah seorang dari anak-anak korban Bencana Banjir Bandang Wasior untuk bermain dan mendapat respon yang sangat baik dari mereka. Untuk menghilangkan kepedihan dan melupakan beban mereka yang sudah tidak pernah sekolah sejak bencana itu, 4 Orang Relawan PMI pun bergabung bersama mereka dan bermain bergembira bersama. “Saya senang bermain dengan Kakak PMI” kata Hugo Marani salah satu anak Yatim dan juga kehilangan kakak adiknya akibat bencana itu.

PMI yang selama ini memiliki Program PSP (Psicological Support Program) kepada para Korban bencana sudah berkali-kali mengadakan kegiatan yang mengajak anak-anak untuk belajar dan bermain bersama. Khusus di Wasior, Tim PSP sudah melaksanakan tugasnya di beberapa titik hunian sementara para pengungsi di wasior seperti Manggurai, Desa Rado, Kampung Maymeri, Desa Rado, Kampung Maymeri, Kampung Kuras, Desa Usey, Kampung Maimari, Wassior Kampung dan Wasior 2.

(Dok. Foto dari Komunikasi Posko PMI Teluk Wondama)

Informasi lebih lanjut hubungi Posko PMI Teluk Wondama. Bidang Komunikasi,  Sassu Budi Satwam 081237669906 dan Koordinator Posko, Suleman 085244116306




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

FOGGING WASIOR

Posted On 03.50 by Unknown 0 komentar

Wasior. Sunggguh mengesankan apa yang dilakukan tiga seragam yang berbeda ini, Dinas Kesehatan, TNI dan SATGANA PMI. Selasa, 26 Oktober  2010 di Wasior mereka mengadakan Pelayanan Fogging kepada masyarakat yang ada di sekitar Posko Penanggulangan Bencana. Terik panas matahari pun mengiringi mereka dalam melayani masyarakat yang beberapa pecan lalu mengalami musibah yang meluluhlantakan wilayah tempat tinggal mereka.
Pada hari yang bertepatan dengan Ibadah Ulang Tahun Gereja Kristen Injili ini, fogging dilakukan pada rumah-rumah warga yang tidak mengungsi namun tempat mereka tinggal sekarang sempat terendam lumpur dan masih ada beberapa titik yang tergenang oleh air.
Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 15.00 WIT di mulai dari selatan Pasar hingga simpang empat yang menuju ke Pelabuhan Wasior. Fogging yang dilakoni oleh 4 personil Dinas Kesehatan, 6 Personil TNI dan 5 Orang Relawan PMI ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat terbukti dengan mereka dengan sangat antusias membuka pintu-pintu rumah mereka dan mengarahkan petugas untuk menyemprot yang menurut mereka rawan sarang nyamuk. Kita berharap apa yang dilakukan oleh "tiga seragam" ini tetap berlanjut untuk misi kemanusiaan selanjutnya.




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

Laporan Harian tanggal 25 Oktober 2010

Posted On 12.00 by Posko bencana wasior 0 komentar

Soleman Rumbarar

Posted On 09.58 by KRIES Watsan 1 komentar

Inilah korlap 04..... TIM Relawan PMI yang bertugas di Wasior, Teluk Wondama Papua Barat yang rela meninggalkan anak dan istri untuk sementara waktu demi misi kemanusiaan. Salut Bro...





DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

Hari Terlama

Posted On 01.45 by Unknown 0 komentar

Hari ini serasa hari yang paling lama berlalu di Bumi Cendrawasih Papua Barat. Bagaimana tidak, bangun pagi untuk dapat segera pergi ke Bandara Rendani – Manokwari lalu melakukan ritual menunggu. Hari ini adalah hari keberangkatan kami dari Manokwari menuju Wasior. Seperti biasa Pesawat jenis Twin Otter milik maskapai penerbangan inisial “M” mengantarkan penumpang Manokwari ke Wasior maupun daerah-daerah lainnya.


Setelah cukup lama menunggu, kami pun segera dipersilahkan naik ke pesawat dengan penumpang 6 orang ini. Setelah menutup pintu pesawat, dan menghidupkan mesin pesawat tiba-tiba pilot berseru kepada teknisi pesawat yang duduk paling belakang tempat duduk penumpang pesawat untuk mengecek keadaan sala satu sirip pesawat yang tidak mau bergerak. Kami pun kaget setengah mati ternyata pesawat yang kami “tumpangi”rusak. Setelah beberapa saat akhirnya Si Teknisi menyatakan tidak bisa di perbaiiki dan memberitahukan kepada semua penumpang untk turun dan menunggu di ruang tansit. Kami menuju ke Ruang transit dan beristirahat.


Dalam sebuah harapan mudah-mudahan bukan pesawat yang rusak tadi yang kami akan tumpangi ke wasior akhirnnya pesawat penggantipun datang, dan kami naik ke pesawat dengan kecemasan. Pesawat bertolak dengan sempurna dan kamipun menempuh penerbangan selama 45 menit. Kamipun akhirnya tiba di Wasior pada pukul 10.15 WIT dan langsung menuju akomodasi yang tersedia, melapor kepada BNPB yang ada di Wasior. Hari ini terasa sagat lama berlalu, karena baru beradaptasi dengan situasi yang berbeda dan suhu udara yang sangat panas. Kami yakin, kami akan menyelesaikan tugas ini hingga nanti tanggal 2 Nopember 2010 kembali ke Manokwari.


TEAM
Dr. Sammy
Supriadi Adam
Sassu B.S.
Putu Sudiantara




DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

PMI Perkuat Tim Assessment

Posted On 23.32 by Anonim 0 komentar


Manokwari-Saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat perkuat tim assessment guna mendapatkan data terlengkap pengungsi Senin (25/10). Oleh karena itu, Tim akan menggunakan form detail assessment agar memudahkan tim mendapatkan informasi lengkap mengenai kesehatan, akses air bersih, sanitasi, dan data terakhir pengungsi sebelum terjadinya bencana.
“Data yang kami tanyakan nantinya juga terkait tempat tinggal yang di huni oleh korban sebelum terjadinya bencana. Apakah si korban ini menyewa rumah, milik pribadi atau rumah dinas. Pada saat terjadinya bencana, bagaimana jenis kerusakan yang diderita. Selain itu, kami juga akan menanyakan mengenai pelayanan PMI yang selama ini telah diberikan.” Kata Steven Waney, kordinator tim assessment tanggap darurat PMI usai briefing di Markas PMI Papua Barat.
Menurut pantauan penulis, tim yang di gawangi oleh Steven Waney ini terdiri atas 5 anggota yaitu Ade Indah Cahyani, Arthur Waropen, Charles Sibuea, dan Million. Tim assessment ini akan mendata di 2 kabupaten yaitu Manokwari dan Teluk Wondama. Selain itu, data yang diambil tidak hanya yang berada di titik pengungsian saja tetapi juga data dari pengungsi yang berada di rumah-rumah sanak saudaranya.

Lapangan Volley tempat bermain favorit pengungsi

Posted On 01.01 by Anonim 0 komentar


Manokwari-Lapangan Volly menjadi tempat berkumpul pengungsi di sore hari Sabtu (23/10) di Kodim 1703 manokwari. Lapangan yang dibuat oleh PMI Papua Barat ini merupakan tempat terfavorit para pengungsi tersebut. Entah hanya untuk sekedar menonton ataupun bermain bola volley.
Menurut Micelina Kadam, salah satu pengungsi di lapangan Kodim, lapangan yang dibuat ini sangat bermanfaat bagi mereka. Dirinya mengakui sangat membutuhkan sarana untuk menghilangkan stress dan trauma yang dihadapinya. Selain itu, lapangan yang dibuat diharapkan dapat terus terpelihara agar pengungsi tetap dapat terus menyalurkan bakat mereka di bidang olah raga.
“Tong sangat berterima kasih sekali sama PMI yang sudah menyediakan sarana dan prasarana yang diberikan. Kalau tidak ada lapangan ini, tong bingung mo bikin apa sore-sore begini. Selama ini kalo su sore tong tinggal badiam diri saja di dalam tenda panas-panasan.” Kata Yoppi, pengungsi yang bertempat di Kodim 1703 saat beristirahat usai bermain volley. “Dengan beginikan tong tra usah bingung-bingung lagi kalo sore, tinggal jalan ke lapangan trus main sudah.” Tutupnya.

HMI Sumbang Mukena Melalui PMI Papua Barat

Posted On 00.40 by Anonim 0 komentar


Manokwari-Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Merauke menyumbangkan Mukena kepada pengungsi melalui Palang Merah Indonesia Sabtu (23/10). Sumbangan ini diberikan melalui HMI Cabang Manokwari. Sumbangan yang diberikan tidak hanya Mukenah tetapi juga Termos, Ember, dan pakaian layak pakai yang merupakan kebutuhan paling mendasar para pengungsi hingga saat ini.
“Kami memberikan bantuan ini sebagai wujud sumbangsih kemanusiaan HMI. Ini juga sudah menjadi program HMI terkait pengabdian pada Masyarakat. Bantuan ini berasal dari HMI cabang Merauke sedangkan kami hanya sekedar membantu menyumbangkannya saja.” Kata Ade Indah Cahyani, Ketua Korps HMI-Wati, usai menandatangani berita acara penyerahan bantuan di markas daerah PMI Papua Barat. “semoga dengan adanya bantuan ini dapat sedikit membantu sodara-sodara kita yang membutuhkan.” Lanjutnya.
Ditambahkan dede, demikian ia kerap disapa, sebelumnya, bantuan berupa mukenah belum pernah diberikan. Ini baru pertama kali disumbangkan sejak terjadinya bencana.diharapkannya dengan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, alasan penyaluran melalui PMI dikarenakan kepercayaan masyarakat pada PMI yang selalu menyalurkan bantuan secara tepat dan langsung kepada yang membutuhkan.

 
Photobucket