Operasi Tanggap Darurat Banjir Bandang Wasior | PMI Provinsi Papua Barat
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah membutuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah.
Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga jarus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
Didalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.
| Posted On 23.09 by Unknown | 0 komentar |
| Posted On 23.04 by Tri Martani | 0 komentar |
| Posted On 19.06 by Unknown | 0 komentar |
| Posted On 15.36 by Dayat Tullo | 0 komentar |

| Posted On 15.22 by Dayat Tullo | 0 komentar |
Bencana banjir bandang Wasior masih menyimpan berjuta cerita, baik warga yang terkena bencana, hingga relawan PMI yang bertugas disana. Setelah seharian mertugas di daerah bencana, peluh dan letih yang terhias diwajah mereka. Namun, ditengah letihnya tubuh mereka, mereka mampu untuk tetap tersenyum, senyum mereka bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk para korban bencana terkhusus bocah-bocah kecil yang pernah menyaksikan dan turut mersakan bencana yang telah merenggut keluarga dan rumah mereka. Bocah-bocah kecil yang rata-rata berusia 2-10 tahun ini diajak oleh “kakak-kakak relawan” dari Tim PSP (Psychology Support Program) PMI untuk bermain dan bercerita sesuatu yang gembira hingga dapat menghilangkan trauma yang disebabkan bencana.
Bernyanyi, bercerita, adalah bagian dari kegiatan PSP di Senin sore (1 November 2010) ini. Namun, ditengah keriuhan canda tawa mereka, anggota tim PSP yang biasa dipanggil “papi” mengajak salah seorang relawan bidang kesehatan yaitu pak Supriadi Adam atau yang akrab dipanggil “paman” utnk maju memperkenalkan diri dan bergabung untuk bernyanyi dan bermnain bersamna anak-anak. “dengan sangat “terpaksa” paman pun maju dan memperkenalkan diri, Ya, nama saya “kakak paman”…. Dan srentak diikuti oleh anak-anak yang lain… “kakak paman”….
Dibalik cerita singkat tadi, ada makna yang dapat diambil, kerjasama tim sangat mutlak dibutuhkan dalam melayani dan menghapus trauma korban bencana. Kerjasama tim kesehatan dan tim PSP dalam mengibur anak-anak, dan masih banyak lagi yang lainnya, yang semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni menghibur anak-anak wasior untuk melupakan bencana dan berani untuk menatap masa depan yang indah.
| Posted On 21.41 by Dayat Tullo | 1 komentar |