Photobucket

KEMANUSIAAN

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah membutuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia.

KESAMAAN

Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah.

KENETRALAN

Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.

KEMANDIRIAN

Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga jarus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini.

KESUKARELAAN

Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

KESATUAN

Didalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

KESEMESTAAN

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

BANTUAN KORBAN BENCANA WASIOR :

Palang Merah Indonesia |
Provinsi Papua Barat
Jln. Kota Baru No. 18 Anggrem, Manokwari, Papua Barat (98311)
Telp/Fax (0986) - 211351 Email : poskobencanawasior@gmail.com

Masa Transisi Wasior

Posted On 03.22 by Posko bencana wasior 0 komentar

Pemulangan pengungsi yang semula direncanakan dimulai setelah semua Hunian Sementara siap di tempati, kini akan diangsur disesuaikan dengan jumlah Barak Hunian Sementara yang telah selesai. Yang pertama dipulangkan adalah pengungsi yang berada di lapangan kodim manokwari. Karena mereka sudah mengeluh tidak tahan karena kalau siang kepanasan.

Pembangunan rumah hunian sementara yang direncanakan berjumlah 93 barak. Huntara di kompleks Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan di Warwey dari enam barak yang direncanakan di lokasi ini, sudah mendirikan dua barak dengan pencapaian 50 persen. Sementara di kampung Maimari tiga barak telah memasuki tahap akhir dan satu ruang serba guna. Pembangunan huntara di wilayah rado telah ada tiga barak dilokasi itu dengan pencapaian 30 persen. Di Iriati ini telah ada empat barak dengan capaian bervariasi antara 25 sampai 50 persen.
Sementara di kampung Kaibi didirikan 30 unit rumah berikut ruang serbagunanya yang dikerjakan selama 7 hari oleh 400 prajurit Yon zipur 5 Kodam V Brawijaya, telah didirikan 10 barak plus satu ruang serba guna yang mana 2 barak diantaranya telah mencapai 100 persen.


DOWNLOAD_LAPORAN_HARIAN_POSKO

 
Photobucket